How To Free Camera In Nfs Payback
"I've got the need, the demand for speed!" . Kutipan tersebut memang sudah tidak bisa lepas dari waralaba Need For Speed (NFS). Game balap ikonis keluaran Electronic Arts (EA) ini baru saja merilis seri terbaru mereka dengan judul Need For Speed Oestrus.
Walaupun telah sukses merilis serial-serial terbaik mereka seperti Hot Pursuit, Most Wanted, dan Clandestine 2, EA juga sempat merilis seri NFS yang dianggap kurang memuaskan sehingga mendapat rating buruk di situs Metacritic.
Untuk melengkapi peringkat NFS terbaik yang telah kami bahas sebelumnya, di bawah ini adalah peringkat seri terburuk versi Metacritic. Selamat membaca!
5. Need for Speed: ProStreet (2006)
Metacritic: 70 (PC), 73 (PS3)
Demand for Speed: ProStreet bisa dikatakan jadi upaya mengecewakan dalam sebuah waralaba yang sebenarnya sudah cukup solid. EA seakan kehilangan arah dengan meninggalkan konsep open world yang ada pada seri Nearly Wanted (2005) dan Carbon (2006), lalu memindahkannya ke game Burnout Paradise.
Kondisi ini pun seakan membuat Black Box selaku developer tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan segala yang tersisa. Hasilnya, mereka pun mengusung konsep simulasi balapan, tapi dengan embel-embel "Street" yang membuat penggemar berpikir bahwa game ini berpusat pada balapan liar yang sarat kebebasan.
Dari penilaian yang diposting oleh beberapa user Metacritic, mereka merasa "tertipu" karena unsur balapan jalanan ilegal dan open world ditiadakan. Meski begitu, mereka tetap menilai sistem dan mekanik balapan menjadi aspek positif pada game ini.
4. Need for Speed (2015)
Metacritic: 68 (PC), 66 (PS4)
Need for Speed bisa dikatakan memiliki segalanya sebagai game balap ikonis garapan EA. Setelah beberapa tahun hadir dengan konsep balap liar "setengah hati", EA kembali ke "jalan yang benar" dengan game yang disebut sebagai versi reboot ini.
Sayang, anggapan kembali ke jalan yang benar tersebut enggak benar-benar terwujud. Demand for Speed dianggap sebagai game yang kurang matang dan seakan dieksekusi setengah hati. Pasalnya, mekanik balap dianggap terlalu sederhana untuk ukuran game konsol. Belum lagi alur cerita yang seakan dibuat seadanya.
Seri kali ini boleh dikatakan jauh dari sempurna. Namun, pada poin tertentu, Demand for Speed tampak istimewa. Visual permainan yang memukau, audio yang memompa adrenalin, dan fitur kustomisasi yang dapat dilakukan sesuka hati membuat balapan di jalan-jalan gelap Ventura Bay menjadi sensasi yang luar biasa.
3. Demand for Speed: The Run (2011)
Metacritic: 69 (PC), 64 (PS3)
Beberapa penggemar NFS menganggap The Run sebagai entri "kuda hitam". Seri ini jadi inovasi di tengah penggarapan "setengah hati" yang dilakukan oleh EA. Pasalnya, The Run menggabungkan konsep Shift dan Hot Pursuit dengan konsep open earth yang membuat dunianya tampak luas.
Bermain sebagai karakter Jackson "Jack" Rourke, pemain ditugaskan untuk berkompetisi dalam balap liar lintas negara di Amerika Serikat. Kalian harus menyusuri jalanan dari San Francisco hingga New York sembari menjalankan misi dan berusaha menghindari polisi.
Meski punya premis yang potensial, game ini tetap dianggap sebagai salah satu kegagalan waralaba NFS. The Run dinilai punya alur cerita yang sangat kaku. Meski mengusung konsep open world, game ini lebih terasa seperti game arcade yang aspek replayability-nya sama sekali tidak terasa. Penggemar setia NFS pun jadi cepat melupakan game ini.
2. Demand for Speed Payback (2017)
Metacritic: 62 (PS4), 61 (PC)
Setelah vonis gagal Need for Speed (2015), penggemar setia waralaba ini pun berharap EA dan Ghost Games bakal berbenah untuk entri selanjutnya. Sayang, lagi-lagi harapan tersebut harus dihancurkan oleh EA dengan perilisan Payback.
Jika diibaratkan dengan film Hollywood, Payback terasa seperti karya sinema 'receh' yang digarap studio film besar demi mencari keuntungan semata. Selain mekanik balap yang masih terasa kekurangannya di berbagai sisi, alur ceritanya juga tidak bisa dinikmati dengan baik.
Lebih parahnya lagi, EA menerapkan sistem transaksi mikro berupa lootbox. Masalahnya, modifikasi pada mobil harus dibeli secara acak melalui "Speed Cards" yang didapatkan dengan cara membayar menggunakan uang. Sistem ini pun dikritik habis-habisan oleh penggemar hingga membuat EA dicap sebagai perusahaan game yang tamak.
ane. Need for Speed: Surreptitious (2008)
Metacritic: 65 (PC), 59 (PS3)
Game ini diplot sebagai penebusan dosa untuk mengembalikan NFS yang kehilangan arah pada ProStreet. Untuk itulah EA mengembalikan konsep balap liar dengan modifikasi sesuka hati seperti yang terakhir kali diterapkan di Carbon. Ironisnya, Hole-and-corner justru menyandang gelar rilisan paling memalukan waralaba NFS.
Secara keseluruhan, game ini terasa seperti tidak niat untuk dikerjakan. Segala kekurangan terasa di berbagai aspek. Dari perspektif teknologi, Undercover dihantui oleh kendala teknis yang membuat pengalaman bermain jadi kurang mengasyikkan. Begitu pun alur cerita yang terkesan dipaksa harus melanjutkan kisah Almost Wanted (2005).
Selain itu, penggarapan konten juga terasa bermasalah. Terlihat banyak pengulangan konten dari seri-seri sebelumnya. Khususnya pada map yang bikin penggemar setia NFS teringat pada Most Wanted (2005) maupun Carbon. Jadi, wajar jika Undercover dianggap sebagai seri terburuk dari waralaba game balap ini.
***
Bagaimana pendapat kalian soal peringkat NFS terburuk tadi? Apakah kalian setuju, atau justru enggak sependapat karena ada seri NFS kalian yang masuk ke daftar ini? Share pendapat kalian di kolom komentar, ya. Ikuti juga KINCIR untuk informasi menarik dan kabar terbaru soal video game!
Source: https://www.kincir.com/game/console-game/5-game-need-for-speed-terburuk-versi-metacritic-fRQmrR6LpqC2
Posted by: boyerwalach84.blogspot.com

0 Response to "How To Free Camera In Nfs Payback"
Post a Comment